Jumat, 18 Mei 2012

KONVERSI ELPIJI


Ditjen Migas Gelar Penyuluhan Konversi Energi

Oleh Fitri Nur Arifenie -
BANTEN. Hari ini, Minggu (8/11), Direktorat Jenderal (Ditjen) Minyak dan Gas menggelar penyuluhan program konversi energi minyak tanah ke elpiji 3 kg. "Kami ingin supaya masyarakat tidak lagi menggunakan minyak tanah," ujar Dirjen Migas, Evita Herawati Legowo.
Kegiatan sosialisasi ini, tambah Evita, untuk menepis kekhawatiran masyarakat dengan kualitas paket perdana yang dibagikan masyarakat secara gratis. Evita menjamin, semua paket perdana yang diberikan kepada masyarakat telah memenuhi Standar Nasional Indonesia. Beberapa paket perdana yang disalurkan adalah kompor gas satu tungku,, regulator tekanan rendah, katup tabung baja, selang karet dan tabung baja LPG 3 kg.

Evita menegaskan, calon pengguna atau penerima paket perdana bisa menukar dan mengembalikan paket tersebut apabila terjadi kerusakan.
Asal tahu saja, program pengalihan konversi energi dilakukan secara bertahap mulai tahun 2007 hingga 2010. Pemerintah menargetkan bisa mengalihkan minyak tanah kepada elpiji terhadap 42.020.000 Kepala Keluarga (KK) pada tahun 2010

KISRUH TABUNG ELPIJI


Tabung oplosan masih marak, PKS anggap Bareskrim gagal

JAKARTA. Tim advokasi ledakan tabung gas Fraksi PKS DPR menganggap Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri gagal dalam menghilangkan praktek pengoplosan tabung gas elpiji. Terbukti, masih banyak tabung oplosan yang beredar di masyarakat.

Berdasarkan data yang dirilis PT Pertamina (Persero), setiap tak kurang dari 200.000 tabung elpiji ukuran 3 kilogram (kg) rusak karena praktek pengoplosan di wilayah Jabodetabek. Kerusakan terjadi pada kelep, karena faktor penyuntikan secara tidak benar.

"Tabung yang rusak sangat banyak. Artinya, Bareskrim gagal memberantas praktek pengoplosan tabung," kata Sohibul Iman, anggota tim advokasi Fraksi PKS yang juga duduk di Komisi VII DPR, Jumat (20/8).

Dari penelusuran tim advokasi, kerusakan tabung terjadi di semua daerah. Hal ini terlihat dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) yang bertugas menarik dan mengisi kembali tabung tersebut.

Kemarin, Kamis (19/8), tim mengunjungi dua SPBE, masing-masing di Bintara, Bekasi, dan Cakung, Jakarta Timur. Di Bintara, setiap penarikan 600 unit tabung elpiji 3 kg, terdapat 75 tabung rusak karena pengoplosan. Sedang di Cakung, setiap hari juga terdapat sekitar 70-90 tabung yang rusak pada kelep. "Kalau ditelusuri di semua SPBE, pasti juga ditemukan hal yang sama," ujar Sohibul.

Makanya, Sohibul meminta, pemerintah harus lebih serius mengatasi kasus ledakan tabung gas. Bertali-temali dengan praktek pengoplosan, Bareskrim bahkan harus bekerja lebih keras. Sebab, praktek tersebut menjadi salah satu maraknya kasus ledakan tabung gas elpiji

KONSUMSI ELPIJI MENJELANG LEBARAN


KONSUMSI ELPIJI

Lebaran, kebutuhan elpiji di Jakarta turun 10%

Oleh Adi Wikanto -
JAKARTA. Pada saat Lebaran bulan September 2010 mendatang, PT Pertamina Gasdom Regional II Jawa Bagian Barat memperkirakan kebutuhan gas elpiji 3 kilogram (kg) di sekitar Jakarta diperkirakan akan menyusut 10% dibandingkan hari biasa.
Bisa dihitung, penurunan tersebut terjadi lantaran banyak warga Jakarta yang pulang kampung untuk merayakan hari raya. Otomatis, penggunaan elpiji juga berkurang. "Paling tidak ini akan berlangsung sejak H-2 hingga H+2," kata Mochamad Toriq, Kepala Operasional PT Pertamina Gasdom Regional II Jawa Bagian Barat saat kunjungan kerja bersama tim advokasi ledakan tabung gas Fraksi PKS DPR, Kamis (19/8).

Toriq mencatat, , PT Pertamina Gasdom Regional II Jawa Bagian Barat menyalurkan 600 metrik ton (mt) per hari untuk wilayah Jakarta. Jumlah tersebut setara dengan 200 gas elpiji ukuran 3 kg.

Pada saat yang bersamaan, kebutuhan gas elpiji di daerah-daerah akan mengalami lonjakan; terutama daerah yang menjadi tujuan pemudik, seperti Jawa Tengah. "Daerah tersebut akan membutuhkan gas 10% lebih banyak dari hari biasa," terang Toriq.

Tapi, meski daerah-daerah mengalami peningkatan kebutuhan, Toriq menjamin pasokan akan aman. "Nanti tidak ada gas elpiji langka," kata Toriq