Tampilkan postingan dengan label ELPIJI OPLOSAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ELPIJI OPLOSAN. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Mei 2012

Polisi Grebek Gudang Elpiji Oplosan di Bogor

fotoTEMPO.CO, Bogor - Kepolisian Resor Bogor Kota, Kamis, 5 April 2012, menggerebek sebuah rumah yang dijadikan tempat pengoplosan elpiji di Taman Pajajaran Blok A 2 Nomor 17, Kelurahan Bantar Kemang, Kecamatan Bogor Timur, Bogor, Jawa Barat. Polisi mengamankan ratusam tabung gas ukuran 3 kilogram, 12 kilogram, 50 kilogram, dan lima pelaku.Menurut Kepala Kepolisian Sektor Bogor Timur, Komisaris Wasino, praktek pengoplosan elpiji bersubdsidi itu diduga sudah berlangsung lama. Modus komplotan ini adalah dengan cara mengisi tabung elpiji ukuran 50 kilogram dengan elpiji 3 kilogram bersubdisi.

Wasino menuturkan proses pengisian tabung 50 kilogram dan 12 kilogram dengan cara menghubungkan sebuah alat transfer yang tersambung dengan tabung gas 3 kilogram. Gas bersubsidi tersebut dipindahkan ke tabung nonsubsidi. Pelaku ingin meraup untung besar karena harga elpiji 12 kilogram dan 50 kilogram lebih mahal. "Isi tabung gas 3 kilogram dipindahkan ke tabung 12 dan 50 kilogram. Pelaku menaruh balok es di atas tabung untuk mengurangi tekanan," kata Wasiono.

Praktek pengoplosan elpiji itu sudah berlangsung sekitar enam bulan. Untuk mengelabui aparat, komplotan ini berkedok sebagai perusahaan jasa konsultan. "Atas informasi masyarakat, kami mengetahui perbuatan curang itu," ujar Wasino.

Dalam pengungkapan ini polisi menemukan sejumlah label tabung gas yang diduga palsu, timbangan dan ratusan tabung gas berukuran 3,12 dan 50 kilogram. Selain itu, empat pekerja dan pemilik tabung elpiji oplosan berinisial A, 45 tahun, turut diamankan polisi.

Menurut Wasiono, tabung gas oplosan ini dipasarkan ke sejumlah warung dan toko di wilayah kota dan Kabupaten bogor. Dalam sehari dihasilkan sebanyak 100 tabung gas oplosan.

Seorang pekerja, Mulyadi, 34 tahun, mengaku sudah enam bulan bekerja di tempat pengoplosan gas elpiji tersebut. "Saya hanya bekerja, enggak tahu apa-apa," ucap dia.

Jumat, 18 Mei 2012

KISRUH TABUNG ELPIJI


Tabung oplosan masih marak, PKS anggap Bareskrim gagal

JAKARTA. Tim advokasi ledakan tabung gas Fraksi PKS DPR menganggap Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri gagal dalam menghilangkan praktek pengoplosan tabung gas elpiji. Terbukti, masih banyak tabung oplosan yang beredar di masyarakat.

Berdasarkan data yang dirilis PT Pertamina (Persero), setiap tak kurang dari 200.000 tabung elpiji ukuran 3 kilogram (kg) rusak karena praktek pengoplosan di wilayah Jabodetabek. Kerusakan terjadi pada kelep, karena faktor penyuntikan secara tidak benar.

"Tabung yang rusak sangat banyak. Artinya, Bareskrim gagal memberantas praktek pengoplosan tabung," kata Sohibul Iman, anggota tim advokasi Fraksi PKS yang juga duduk di Komisi VII DPR, Jumat (20/8).

Dari penelusuran tim advokasi, kerusakan tabung terjadi di semua daerah. Hal ini terlihat dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) yang bertugas menarik dan mengisi kembali tabung tersebut.

Kemarin, Kamis (19/8), tim mengunjungi dua SPBE, masing-masing di Bintara, Bekasi, dan Cakung, Jakarta Timur. Di Bintara, setiap penarikan 600 unit tabung elpiji 3 kg, terdapat 75 tabung rusak karena pengoplosan. Sedang di Cakung, setiap hari juga terdapat sekitar 70-90 tabung yang rusak pada kelep. "Kalau ditelusuri di semua SPBE, pasti juga ditemukan hal yang sama," ujar Sohibul.

Makanya, Sohibul meminta, pemerintah harus lebih serius mengatasi kasus ledakan tabung gas. Bertali-temali dengan praktek pengoplosan, Bareskrim bahkan harus bekerja lebih keras. Sebab, praktek tersebut menjadi salah satu maraknya kasus ledakan tabung gas elpiji